TIGA PEMAIN ASBA REBUT TIGA MEDALI DI KEJUARAAN BULUTANGKIS KAYPI OPEN 2018

Tiga Atlet ASBA berhasil meraih tiga medali di Kejuaraan Bulutangkis Kaypi Open 2018, Balqis Dzikrullah, Era Maftuha, dan Aivin Setiajaya

Tiga pemain bulutangkis Klub ASBA (Asep Suharno Badminto Academy), masing-masing Era Maftuha (Tunggal Remaja Putri), Aivin Setiajaya (Tunggal Taruna Putra) dan Balqis Dzikrullah telah berhasil meraih gelar juara dalam kejuaraan bulutangkis Kaypi Open 2018 di Bogor. Kejuaraan tahunan yang diikuti sejumlah pemain daerah tersebut berakhir pada Sabtu (24/11).

Pemain ASBA Era Maftuha yang berhasil lolos ke partai final di nomor Remaja Putri harus puas meraih medali perak setelah dikalahkan pemain tuan rumah Fauziah di partai final. Sedangkan Aivin Setiajaya yang bermain di nomor Tunggal Taruna Putra harus puas di posisi ketiga dengan merebut medali perunggu setelah gagal di partai semifinal.

Adapun pemain ASBA lainnya, Balqis Dzikrullah juga harus puas berada di posisi ketiga dengan merebut medali Perunggu setelah dikalahkan di partai semifinal untuk nomor Ganda Remaja Putri. Balqis berpasangan dengan pemain asal Klub Jayaraya Siti Suhartinah. (Humas ASBA – Salim Karel)

ASBA MELEPAS HARDI UNTUK MELATIH PEMAIN BULUTANGKIS DI KANADA

PELATIH ASBA HARDI (KETIGA DARI KANAN BERDIRI) MENDAPAT KESEMPATAN MELATIH ATLET BULUTANGKIS KANADA

Pelatih Klub Bulutangkis ASBA (Asep Suharno Badminton Academy) Hardi mendapatkan kesempatan berharga untuk melatih para pemain bulutangkis Kanada. Sejak hari Senin (12/11) Hardi telah terbang ke Toronto, Kanada untuk memulai program pelatihan kepada atlet bulutangkis Kanada.

Klub ASBA tidak hanya mencetak pemain bulutangkis andalan yang akan ditelurkan sebagai pemain nasional bahkan atlet bulutangkis dunia namun juga mampu mencetak pelatih berkualitas internasional. Kiprah Hardi menapak sebagai pelatih dimulai sejak berhenti sebagai pemain dan fokus sebagai pelatih di ASBA, setelah Pelatih Kepala ASBA Asep Suharno mendapatkan tawaran untuk mengirim pelatih ASBA ke Kanada maka pilihannya adalah Hardi yang memang sudah diyakini kualitas kepelatihannya.

Sebelumnya, pemain asal Kanada Timoty sudah pernah mendapatkan pelatihan di camp ASBA Gor Saratoga Pamulang Tangerang Selatan. Dengan demikian, kualitas pelatihan ASBA dinilai memiliki tingkatkan tertentu yang diyakini dapat meningkatkan prestasi para pemain bulutangkis baik di dalam maupun di luar negeri.

ATLET ASBA MEREBUT GELAR RUNNER UP KEJUARAAN BULUTANGKIS OLIMPIADE OLAHRAGA SISWA NASIONAL (O2SN) TINGKAT NASIONAL DI YOGYAKARTA 2018

Pemain andalan ASBA Roy Tadeus Jumintra (kiri) meraih gelar runner up kejuaraan bulutangkis O2SN Nasional 2018

Gelar juara runner up telah disematkan kepada pemain andalan Klub Bulutangkis Asep Suharno Bulutangkis Academy (ASBA), Roy Tadeus Jumintra pada final bulutangkis O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) di Yogyakarta pada Kamis (20/09). Roy yang bertarung di final dalam pertandingan rubber sets menghadapi Jason Christ Alexander dengan angka 21-12,  16- 21, dan 21-19 untuk kemenangan Jason.

Roy yang mewakili pelajar tingkat SLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama) untuk Provinsi Banten sedangkan Jason mewakili pelajar SLTP dari DKI Jakarta. Sebagaimana diketahui, Roy yang masih berada di kelompok usia Pemula (Under 15 Tahun) berasal dari SMPN (Sekolah Menengah Pertama Negeri) 17 Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten.

Roy yang juga baru merebut gelar juara ketiga di kejuaraan bulutangkis Jakarta Open Junior International Championship 2018 mendapat kesempatan lolos ke O2SN tingkat Nasional di Yogyakarta setelah menjadi juara 1 O2SN tingkat Provinsi Banten. Adapun juara ketiga bersama di O2SN tingkat Nasional untuk tingkat SMP kali ini adalah Lukman Nur Hakim dari Kalimantan Selatan dan Aufa Isnanto yang merupkan atlet tuan rumah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Head Coach ASBA, Asep Suharno mengatakan gelar runner up yang direbut Roy merupakan perjuangan maksimal karena dalam satu hari dilaksanakan pertandingan semifinal yang dimenangkan Roy dan langsung dilaksanakan partai final pada hari yang sama. “Semoga pada pertandingan-pertandingan berikutnya Roy dapat memperoleh hasil yang lebih baik lagi,” katanya menjelaskan. (Humas ASBA: Salim Karel)

ROY TADEUS JUMINTRA REBUT JUARA KETIGA

VICTOR EXIST JAKARTA OPEN JUNIOR INTERNATIONAL CHAMPIONSHIPS 2018

Pemain andalan ASBA Roy Tadeus Jumintra merebut juara ketiga kejuaan international

Pemain andalan Klub Bulutangkis ASBA (Asep Suharno Badminton Academy) Roy Tadeus Jumintra berhasil merebut gelar juara ketiga pada kejuaraan internasional bertitel Victor Exist Jakarta Open Junior International Championship 2018. Roy yang merupakan pemain andalan ASBA untuk kelompok umur pemula berhasil melangkah ke babak semifinal setelah memperdayai lawannya Bodhi Ratana Teja GOTAMA dalam pertarungan tiga set 21-14, 17-21, dan 21-17 di GOR Jakarta Utara pada 6 September 2018.

Namun di partai semifinal Roy harus mengakui keunggulan pemain Malaysia  Justin Shou Wei HOH [1] yang merupakan pemain seeded pertama dalam kejuaraan internasional ini. Menurut keterangan ayah Roy, Jumintra mengatakan kekelahan Roy di partai penentu semifinal ini akibat cedera yang dialami putranya itu.

Ia berharap untuk masa yang akan datang, Roy dapat melakukan persiapan yang lebih baik sehingga dapat memenangkan setiap pertandingan. Tampak kondisi kaki Roy memang lebam akibat cedera yang cukup lumayan sehingga di partai seminal dipaksa main hanya dua set.(Humas ASBA-Salim Karel)

TELEVISI VIETNAM MELIPUT KEGIATAN PELATIHAN KLUB BULUTANGKIS ASBA

Reporter Televisi asal Vietnam Melakukan Peliputan Latihan Klub ASBA di GOR Saratoga Pamulang

Dua Jaringan Televisi asal Negara Vietnam, yaitu The Tao TV dan Bong Da TV melakukan peliputan kegiatan latihan para atlet bulutangkis Klub ASBA (Asep Suharno Badminton Academy). Peliputan kedua media elektronik Vietnam itu dilakukan di pusat pelatihan Klub ASBA GOR (Gedung Olahraga) Saratoga Pamulang Tangerang Selatan Banten pada Jumat (24/08) pagi.

Sejumlah atlet ASBA yang sedang melaksanakan program latihan dari Head Coach ASBA Asep Suharno dan Asisten Pelatih Hardi diwawancara untuk dijadikan bahan berita yang akan disiarkan di Vietnam. Kunjungan peliputan oleh kedua jaringan televisi Vietnam itu tidak lepas dari adanya salah satu atlet binaan Klub ASBA yang berasal dari Vietnam yaitu Cao Cuong Pham atau akrab disapa Keng yang juga atlet andalan Vietnam di Asian Games ke-18 di Jakarta dan Palembang saat ini. (Humas ASBA Salim Karel)

 

ROY TADEUS JUMINTRA BERHASIL MERAIH JUARA BULUTANGKIS O2SN SE-PROVINSI BANTEN 2018

PEMAIN ANDALAN ASBA ROY TADEUS JUMINTRA (KANAN) MENJUARAI CABANG BULUTANGKIS O2SN TINGKAT SLTP PROVINSI BANTEN 2018

Pemain andalan klub ASBA (Asep Suharno Badminton Academy) Roy Tadeus Jumintra berhasil merebut juara pertama cabang bulutangkis tingkat SLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama) O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) Provinsi Banten tahun 2018. Pada partai final, Roy Tadeus berhadapan dengan Yonatan Arde, tanpa kesulitan yang berarti, Roy yang masih kelompok usia U-15 (under 15 tahun) berhasil menumbangkan Yonatan dua set langsung masing-masing 21-13 dan 21-15.

Atas kemenangan itu, Roy yang mewakili sekolahnya SMP (Sekolah Menengah Pertama) Negeri 17 Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan itu berhak mendapatkan tiket ke O2SN tingkat nasional. Pelatih Kepala ASBA, Asep Suharno berharap dengan adanya prestasi gemilang yang diraih Roy maka dapat menjadi pemicu bagi atlet ASBA lainnya untuk dapat meraih prestasi yang lebih tinggi. (Humas ASBA Salim Karel)

MARCELLINO GUNALAN MAJU KE SEMIFINAL SETELAH TUMBANGKAN PEMAIN CHANDRA WIJAYA

PEMAIN ANDALAN REMAJA PUTRA ASBA, MARCELLINO GUNALAN (KIRI) TUMBANGKAN PEMAIN TUMBANGKAN PEMAIN ASAL MALAYSIA VIESON DEAL (KANAN) SEBELUM MENGALAHKAN PEMAIN KLUB CHANDRA WIJAYA DI DELAPAN BESAR

Pemain andalan klub ASBA (Asep Suharno Badminton Academy) Marcellino Gunalan berhasil menumbangkan pemain klub Chandra Wijaya,  Gabriel Christopher Wintan Wijaya yang merupakan pemain peringkat ketiga dalam kejuaraan bulutangkis ASTEC Daihatsu di Pontianak Kalimantan Barat. Marcellino yang hanya diperingkat ke-16 dalam kejuaraan ini berhasil menumbangkan Gabriel dua set langsung  21-17 dan  21-9. Pertandingan di delapan besar itu merupakan pertandingan untuk kelompok umur remaja usia dibawah 17 tahun.

Kemenangan Marcellino atas Gabriel merupakan kemenangan yang istimewa karena sebelumnya, Marcel-demikian panggilan Marcellino sering kalah jika menghadapi Gabriel. Sebelum menghadapi Gabriel, Marcel terlebih dahulu menghadapi pemain asal Malaysia Vieson Deal J Umpol di babak sebelumnya juga dengan straight set.

Langkah berikutnya, Marcel harus berhadapan dengan seeded pertama kejuaraan ini pada semifinal, yaitu Alvi Wijaya Chaerullah. Semoga Marcel dapat menumbangkan Alvi pada pertandingan semifinal hari ini sekitar pukul 16.00 WIB. (Humas ASBA: Karel Salim)

SETELAH BERLATIH DI ASBA, ALZBETA PERUNSKA BERTEKAD JADI PEMAIN DUNIA

Pemain asal Eropa Timur, Slowakia, Alzbeta Perunska (kiri) bersama pemain tunggal putri ASBA, Balqis Dzikrullah (kanan)

“Setelah dua bulan berlatih di Indonesia saya ingin melanjutkan pelatihan seperti di sini dan saya selalu berusaha melakukan yang terbaik. Mimpi besar saya adalah partisipasi dalam Kejuaraan Eropa, Kejuaraan Dunia, dan Pertandingan Olimpiade sebagai perwakilan dari Slowakia,” ucap Alzbeta Perunska. Pemain asal Eropa yang sedang berlatih di Klub ASBA (Asep Suharno Badminton Academy) menyatakan senantiasa akan melakukan yang terbaik sehingga mimpi besarnya untuk meraih gelar juara dunia bulutangkis dapat terwujud. Hal itu disampaikannya di sela-sela latihan Alzbeta yang juga juara di negaranya, Slowakia Eropa Timur.

Ia juga menyampaikan bahwa cita-citanya berlatih ke Klub ASBA yang basecamp-nya di GOR Saratoga Pamulang Tangerang Selatan Banten itu tercapai setelah mendapatkan advis atau saran dari sang pelatih di Slowakia. “Saya ingin berlatih di luar negeri dan ketika saya berbicara dengan pelatih saya di Slowakia dia menawari saya Indonesia dan memberi saya kontak untuk melatih Asep Suharno. Saya hanya menganggapnya sebagai kesempatan besar untuk bertemu orang-orang baru, untuk bermain melawan pemain yang lebih baik, untuk mengenal negara dan budaya baru, untuk mencoba cara lain untuk pelatihan dan untuk mendapatkan pengalaman baru tentang keterampilan badminton saya,” katanya lagi.

Menurutnya, sang Pelatih Asep Suharno adalah orang yang sangat baik dengan hati yang besar. “Dia selalu mengajarkan saya hal-hal yang sangat penting dalam badminton dan memotivasi saya setiap pelatihan. Saya sangat berterima kasih untuk itu. Pelatih lain – Hardi dan Defri – adalah orang yang sangat baik juga, mereka selalu tersenyum dan membuat pikiran saya lebih positif”, lanjutnya.

Dirinya juga sangat terkesan dengan teman-temannya selama berlatih di ASBA. “Rekan tim bukan hanya pemain yang kuat, tetapi mereka juga sangat lucu dan ramah. Lagi pula, saya memiliki kesempatan untuk mengenal keluarga mereka dan saya harus mengatakan bahwa mereka selalu baik kepada saya dan mendukung saya selama pelatihan,” tuturnya secara tulus.

Iapun berjanji akan kembali ke Indonesia, khususnya ke pusat pelatihan ASBA jika nanti akhir Juli 2018 telah kembali ke kampong halamannya di Sloqwakia. “Saya senang bahwa saya dapat bertemu dengan Anda semua dan menghabiskan dua bulan di Indonesia bersama Anda. Saya akan pulang dengan banyak kenangan dan pengalaman dan saya pasti ingin kembali lagi,” urainya dengan nada lirih. Selamat Buat Alzbeta Perunska yang rendah hati namun bersahaja.

English:

AFTER TRAINING IN ASBA, ALZBETA PERUNSKA INTEGRATED WORLD PLAYERS

“After two months of training in Indonesia, I want to continue training as I do. The big dreams are participation in the European Championships, World Championships, and Olympic Games as representatives of Slovakia, “said Alzbeta Perunska. European players who are training at ASBA Club (Badminton Academy Asep Suharno) stated that they will always do their best to score goals in badminton can be realized. It was delivered on the sidelines of training Alzbeta who is also champion in his country, Slovakia Eastern Europe.

He also said that his aspirations to train to ASBA Club which basecamp it in GOR Saratoga Pamulang Tangerang Selatan Banten who got advice and recommendations from the coach in Slovakia. “I wanted to train abroad and painted me talking to a coach in Slovakia he offered me Indonesia and gave me contact to train Asep Suharno. I just think of it as a great event to meet new people, to get to know a better country, to get to know new countries and cultures, to try and to gain new experiences about my badminton skills, “he said.

According to him, singing Coach Asep Suharno is a very nice person with a big heart. “He always taught me the things that are very important in badminton training and motivate me. I really think of love for it. The other coaches – Hardi and Defri – are very good people too, they always smile and make my mind more positive, “he continued.

Himself also very familiar with friends during practice in ASBA. “Co-teams are not only strong players, but they are also very funny and friendly. After all, I have an event to get to know their families and I have to say that they are always good to me and support me during the training, “he said sincerely.

He also promised to return to Indonesia, especially ASBA if later in late July 2018 has returned to his hometown in Sloqwakia. “I am happy that I can meet you all and spend two months in Indonesia with you. I will come home with lots of memories and experiences and I definitely want to come back again, “he said in a soft tone. Congratulations Make Alzbeta Perunska humble but modest.(HUMAS ASBA-KAREL SALIM)

PEMAIN EROPA ALZBETA PERUNSKA BERLATIH DI ASEP SUHARNO BADMINTON ACADEMY (ASBA)
Pemain Eropa (Slovakia) Alzbeta Perunska (Ketiga dari kiri) mengikuti pelatihan bersama atlet ASBA di GOR Saratoga Pamulang Tangerang Selatan

Pemain bulutangkis perempuan dari Slovakia (Eropa Tengah) Alzbeta Perunska bergabung di pusat pelatihan bulutangkis Klub ASBA (Asep Suharno Badminton Academy) bersama para atlet ASBA. Head Coach ASBA Asep Suharno menerima kehadiran atlet ASBA dari Eropa itu diawali dari korespondensi lewat media sosial facebook yang dilakukan sendiri pencariannya oleh Alzbeta Perunska.

“Kemungkinan ada pelatih di Eropa yang menyampaikan kepada Alzbeta tentang saya sehingga yang bersangkutan melakukan pencarian lewat media sosial dan akhirnya bertemu di pusat pelatihan ASBA,” kata Asep Suharno menjelaskan kronologis kehadiran Alzbeta di Indonesia. Alzbeta yang baru tiba di Indonesia beberapa hari lalu didamping sang kakak yang juga perempuan langsung menjajal tempat latihan ASBA di GOR Saratoga Pamulang Tangeran Selatan.

Bahkan Alzbeta langsung menjajal kemampuan para pemain ASBA meski masih kalah saat berhadapan dengan pemain tunggal putri remaja ASBA Balqis Dzikrullah dan Adzra Salsabilah Mahmud. Namun tekad Alzbeta menyeberangi dua benua Afrika dan Asia untuk dapat bergabung di pelatihan bulutangkis ASBA sudah merupakan modal dari seorang pemain bermental juara.(Humas ASBA: Karel Salim)

ADZRA SALSABILAH MAHMUD BERSAMA TIM BULUTANGKIS TANGERANG SELATAN BERHASIL MEREBUT GELAR JUARA I POPDA BANTEN 2018

Pemain andalan Tunggal Remaja Putri Klub Bulutangkis ASBA, Adzra Salsabilah Mahmud (paling kanan) bersama tim Bulutangkis Tangsel berhasil merebut juara pertama POPDA Banten 2018

Salah satu pemain andalan kelompok Tunggal Remaja Putri Klub Bulutangkis ASBA (Asep Suharno Badminton Academy) Adzra Salsabilah Mahmud berhasil merebut gelar juara pertama pada Cabang Olaharaga (Cabor) Bulutangkis POPDA (Pekan Olahraga Pelajar Daerah) Provinsi Banten 2018. Rara – panggilan akrab Adzra – berhasil merebut juara pertama bersama timnya untuk nomor beregu yang dipertandingkan, timnya merupakan gabungan dari sejumlah pemain Klub ASBA, Klub Jaya Raya, dan Klub Chandra Wijaya.

Atas keberhasilan tim POPDA Tangerang Selatan ini, maka kesempatan untuk berkompetisi di tingkat Pekan Olahraga Wilayah Pelajar sekitar November 2018 yang rencananya akan dilaksanakan di Kalimantan. Jika tim Bulutangkis POPDA Tangsel ini berhasil mengkuhkan juara Porwil maka kesempatan terbuka lebar untuk melaju ke POPNAS (Pekan Olahraga Pelajara Nasional) yang rencananya akan digelar di Papua, provinsi paling timur di Indonesia. (Humas ASBA – Karel Salim)

PEMAIN ANDALAN TUNGGAL PEMULA PUTRA ASBA, ROY TADEUS JUMINTRA  KEMBALI MEREBUT JUARA I KEJURKOT PBSI JAKARTA PUSAT 2018

Pemain andalan ASBA, Roy Tadeus Jumintra kembali merebut gelar juara pertama di Kejurkot PBSI Jakarta Pusat

Pemain andalan Klub Bulutangkis ASBA (Asep Suharno Badminton Academy) Roy Tadeus Jumintra berhasil mengulang suksesnya merebut kembali juara I di Kejuaraan Bulutangkis PBSI Jakarta Pusat tahun 2018. Jika pada tahun lalu, Roy melaju ke final saat masih berada di kelompok usia Pemula Awal sehingga tantangannya lebih berat karena harus bertemu dengan sejumlah pemain lebih tua setahun karena terutama dari Pemula Akhir, maka pada tahun ini Roy melaju tanpa rintangan untuk kembali merebut gelar juara.

Semua pemain lawan di Kejurkot kali ini dihentikannya hanya dengan angka yang kecil tanpa menghadapi perlawanan yang berarti. Padahal Roy sempat mengalami diare menjelang semifinal namun tetap mampu menunjukkan prestasi terbaiknya. (Humas ASBA – Karel Salim)

TUNGGAL REMAJA PUTRI ASBA, BALQIS DAN ERA BERHASIL JUARA III BERSAMA DI KEJURKOT PBSI JAKPUS 2018

Balqis (kedua dari kanan) dan Era (ketiga dari kanan) berhasil juara 3 bersama di Kejurkot PBSI Jakarta Pusat 2018

Dua srikandi klub ASBA (Asep Suharno Badminton Academy) Balqis Dzikrullah bersama Era Maftuha berhasil merebut juara ketiga bersama pada Kejuaraan Bulutangkis Kota yang digelar PBSI Jakarta Pusat di GOR (Gedung Olahraga) Rudi Hartono Ragunan Jakarta yang berlangsung 6 hingga 11 Mei 2018. Keduanya maju ke semifinal setelah menumbangkan masing-masing pemain dari Klub Jaya Raya, Balqis mengalahkan Nadira Zahra Faizal dengan skor 21-12 dan 21-14 untuk dapat melenggang ke semifinal.

Sedangkan Era Maftuha yang masih merupakan pemain kelompok Remaja Awal juga memperdayai pemain Jaya Raya Ainur Ilham Syarima dengan angka 21-10 dan 21-14 untuk dapat melaju ke semifinal. Namun kedua pemain ASBA, baik Balqis maupun Era harus mengakui keunggulan lawan-lawannya di semifinal sehingga keduanya gagal maju ke final. (Humas ASBA-Karel Salim)

 

MESKI TURUNKAN TIGA PEMAIN, ASBA BERHASIL RAIH DUA EMAS DAN SATU PERAK DI KEJUARAAN BULUTANGKIS KRIDAGIRI ‘KUJANG SAKTI OPEN CUP III’ DI BOGOR

Meski Hanya Turunkan Tiga Pemain, ASBA Berhasil Raih Dua Emas dan Satu Perak

Tiga pemain Klub ASBA (Asep Suharno Badminton Academy) berhasil mendominasi Kejuaraan Bulutangkis Kridagiri ‘Kujang Sakti Open Cup III’ di GOR (Gedung Olahraga) Kridagiri Bogor 29 April – 2 Mei 2018. Ketiga pemain andalan ASBA yang bermarkas di GOR Saratoga Pamulang Tangerang Selatan itu, masing-masing Roy Tadeus Jumitra (Tunggal Pemula Putra), Adzra Salsabilah Mahmud (Tunggal Remaja Putri), dan Balqis Dzikrullah (Tunggal Remaja Putri).

Pada pertarungan partai final Tunggal Pemula Putra (Usia 13-14 Tahun), Rabu (02/05/2018) Roy Tadeus Jumitra mampu mengungguli lawannya dengan mudah sekaligus meraih medali emas di turnamen tahunan ini. Sedangkan dalam pertandingan partai final Tunggal Remaja Putri (Usia 15-16 Tahun) terjadi All ASBA Final yang mempertemukan Adzra Salsabilah Mahmud dengan Balqis Dzikrullah, dalam pertarungan final itu, Adzra berhasil memenangkan pertandingan dan berhak atas medali emas sedangkan Balqis harus puas sebagai Runner Up dan mendapatkan medali perak.

Head Coach ASBA Asep Suharno menyambut kemenangan anak asuh-nya ini dengan suka cita karena hanya dengan mengirimkan tiga pemain namun ASBA berhasil meraih tiga medali. “ASBA hanya mengirimkan tiga pemain ke kejuaraan Kujang Sakti Open Cup ini namun semua pemain ASBA berhasil meraih medali bahkan terjadi All ASBA Final di partai Tunggal Remaja Putri,” katanya menjelaskan.

Asep berharap seluruh pemain ASBA selalu berusaha menampilkan yang terbaik dalam setiap pertandingan sehingga hasil terbaik dapat diraih para pemain ASBA. Menurutnya, hasil dua emas dan satu perak di turnamen ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan pemain Tunggal Putra Dewasa ASBA, yaitu Alamsyah Yunus yang baru saja mempersembahkan medali emas di Sirkuit Nasional Bultangkis Riau pada pekan lalu.(Humas ASBA/Karel Salim)

DUO SRIKANDI ASBA BERTARUNG DI ALL ASBA FINAL KEJUARAAN BULUTANGKIS KUJANG SAKTI OPEN CUP KE-III BOGOR

All ASBA Final Kukuhkan Adzra Salsabilah Mahmud (tengah) Juara Tunggal Remaja Putri. Runner Up Balqis Dzikrullah (kiri)

Dua srikandi klub ASBA, Balqis Dzikrullah bersama Adzra Salsabilah Mahmud unjuk kebolehan di ajang pertandingan bulutangkis Kridagiri Kujang Sakti Open Cup ke-3 yang dilaksanakan di Bogor. Kedua pemain ASBA kelompok remaja putri ini saling berhadapan setelah masing-masing berhasil menumbangkan lawan-lawannya di semifinal.

Pertarungan keduanya berlangsung di GOR Kridagiri Kebon Pedes Bogor pada hari Rabu (02/05/2018). Pertemuan keduanya dalam pertandingan resmi baru terjadi dua kali.

PEMAIN ANDALAN ASBA, ALAMSYAH YUNUS MERAIH JUARA SIRNAS RIAU 2018

Pemain putra dewasa andalan klub ASBA (Asep Suharno Badminton Academy), Alamsyah Yunus

Pebulutangkis tunggal dewasa putra dari ASBA, Alamsyah Yunus, akhirnya kembali membuktikan kualitasnya, setelah berhasil menjajaki podium juara tertinggi di ajang Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Li-Ning Riau Open 2018.

Pebulutangkis yang kini membela Asep Suharno Badminton Academy itu, memastikan diri keluar sebagai juara usai di laga final yang berlangsung siang tadi, Sabtu (28/4), mampu mengalahkan andalan Tangkas Intiland, Fikri Ishandi Hadmadi.

Mengawali laga game pertama, Alamsyah tampil lebih meyakinkan. Meski keadaan di GOR Gelanggang Ramaja, Pekanbaru, cukup panas, namum Alamsyah terlihat tak begitu bermasalah dengan staminanya di lapangan. Kemenangan telak pun didapatkan Alamsyah setelah unggul 21-8 atas Fikri.

Lanjut di game kedua, Alamsyah sempat mendapatkan perlawanan dari Fikri. Imbang 15-15, Alamsyah langsung mengunci perolehan angka Fikri, dan dirinya beehasil meraih enam angka beruntun, hingga kemenangan pun dipastikan Alamsyah usai unggul 21-15 dalam waktu 40 menit.

Kunci kemenangan dipertandingan tadi karena bolanya agak berat, jadi saya mencoba sabar. Tetapi saya tetap siap mengontrol bola tengah dan depan. Selain itu, saya pun melakukan variasi bola silang. Pas game kedua terjadi angka sama, saya berpikir main nothing to lose saja, karena kalau rezeki tidak akan kemana,” ungkap Alamsyah.

Di usianya yang tahun ini menginjak 32 tahun, Alamsyah masih mampu bersaing dengan pemain-pemain yang jauh lebih muda darinya. Diakui mantan penghuni Pelatnas PBSI Cipayung itu salah satu kuncinya masih bisa bersaing dengan darah muda, Alamsyah hanya lebih mempersiapkan diri jelang disetiap turnamen yang bakal ia hadapi.

Saya lebih bisa menjaga kondisi, makan yang benar, sama jaga latihannya. Contohnya sebelum turnamen ini, karena saya tahu cuaca di Pekanbaru cukup panas, jadi sebelum saya berangkat saya mempersiapkan diri jauh-jauh hari untuk terus latihan fisik,” beber Alamsyah.

Dan satu lagi, ternyata saya masih bisa bersaing,” sahutnya

Alamsyah sendiri terakhir menaiki podium juara tertinggi adalah di Djarum Sirnas Jawa Tengah Open 2016. Dan di sepanjang tahun 2017, Alamsyah tidak berhasil menjadi kampiun di setiap seri Djarum Sirnas.

Di sisa enam seri Djarum Sirnas tahun ini, Alamsyah pun mengaku berharap bisa kembali ikut bersaing. Dan targetnya tak terlalu muluk-muluk, minimal bisa lolos semifinal disetiap seri, menjadi target Alamsyah.

Untuk seri berikutnya harapannya bisa ikut lagi sampai akhir. Dan targetnya minimal bisa lolos semifinal disetiap seri, syukur-syukur bisa juara terus,” pungkas Alamsyah. (Sumber: djarumbadminton.com/Humas ASBA)

 

PERJUANGAN ROY KANDAS DITANGAN SEEDED (UNGGULAN) KETIGA DI KEJUARAAN JUNIOR INTERNATIONAL GRANDPRIX

Akhirnya perjuangan pemain andalan ASBA Tunggal Pemula Putra Roy Tadeus Jumitra dikandaskan oleh pemain seeded (unggulan) ketiga Muh. Hanif Febriansyah di babak ketiga. Pertarungan yang berlangsung di GOR Jaya Raya Bintaro pada Jumat (06/04/2018) berlangsung dalam dua set dengan kemenangan Hanif 21-18 dan 21-10.

 

GILIRAN ROY PERDAYAI PEMAIN INDIA DUA SET LANGSUNG DI JUNIOR INTERNATIONAL GRANDPRIX DI GOR JAYA RAYA

PENAMPILAN ROY MEYAKINKAN

Pemain andalan ASBA Tunggal Pemula Putra Roy Tadeus Jumitra mengikuti jejak senior Marcellino yang berhasil menumbangkan pemain India. Roy yang tampil meyakinkan sejak set pertama berhasil menyelesaikan pertandingan dengan angka 21-15 saat tampil pada lanjutan pertandingan Junior International Grandprix di Gor Jaya Raya, Kamis (05/04/2018).

Meski pemain India Saikat Banerjee mendapatkan supporter yang besar dari tim-nya namun di set kedua, Roy lebih menekan lagi hingga mampu menyelesaikan pertadingan dengan hanya memberikan 6 angka kepada sang lawan. Pertarungan di babak kedua itu berakhir dengan kemenangan meyakinkan Roy, 21-15 dan 21-6.

Sementara itu pada pertandingan lainnya pada hari yang sama, pemain andalan ASBA lainnya Marcellino Gunalan harus tertahan di babak kedua setelah dikalahkan oleh pemain tuan rumah dari Jaya Raya Rizki Ansyahri dengan angka 13-21 dan 13-21.

Demikian juga di sektor putri, dua pemain ASBA Tunggal Remaja Putri Adzra Salsabilah Machmud dan Balqis Dzirullah harus mengakui ketangguhan pemain lawan. Adzra dikalahkan oleh pemain asal Malaysia Pei Kee Go dengan angka 8-21 dan 19-21, sedangkan Balqis ditumbangkan pemain Cina Taipe Wang Zsu-Min dengan angka 21-14 dan 21-8. (Humas ASBA – Karel Salim)

MARCEL TUMBANGKAN PEMAIN ASAL INDIA 

TUNGGAL PUTRA ASBA, ROY DAN MARCEL MENANGKAN PERTANDINGAN JUNIOR INTERNATIONAL GRANDPRIX DI GOR JAYA RAYA BINTARO TANGSEL

ROY (KIRI) MARCEL (KANAN)

Pemain andalan tunggal putra ASBA Roy Tadeus Jumitra berhasil menang dalam pertandingan tunggal putra Kejuaraan Bulutangkis Junior International GrandPrix Pembangunan Jaya di GOR Klub Jaya Raya Bintaro Tangerang Selatan pada Rabu (04/04/2018). Roy Tadeus Jumitra menumbangkan pemain Christopher Aldrich Darmo Wongso   dalam pertarungan dua set langsung dengan angka 22-20 21-12.

Sementara itu, pemain tunggal putra remaja ASBA Marcellino Gunalan juga memetik kemenangan di babak awal kejuaraan bergengsi yunior yang diikuti sejumlah pemain asing itu. Marcel berhasil mempedayai pemain asal India Shivam Kumar Mishra dalam pertarungan juga dua set langsung 21/14 21/10. (Humas ASBA – Karel Salim)


ALAMSYAH JUARA SIRNAS SWASTA WALIKOTA CIREBON 2018

 

ALAMSYAH JUARA SIRNAS SWASTA WALIKOTA CIREBON 2018

Pemain andalan klub Bulutangkis ASBA Alamsyah berhasil menjuarai Kejuaraan Sirkuit Nasional Swasta Walikota Cirebon pada akhir Maret 2018. Raja Sirnas ini berhasil melangkah mulus sejak pertandingan perdana, semifinal hingga final tanpa hambatan yang berarti.

Head Coach (Pelatih Kepala) klub ASBA Asep Suharno mengharapkan keberhasilan Alamsyah menjuarai even nasional bulutangkis di awal tahun ini dapat menjadi cambuk bagi pemain ASBA lainnya agar mampu mengikuti jejak Alamsyah yang sudah sangat senior. “Kemenangan Alamsyah ini dapat menjadi pendorong motivasi bagi atlet ASBA lainnya untuk dapat mengukir prestasi terbaik dalam tahun 2018 ini,” kata Asep yang juga selaku Wakil Ketua klub ASBA. (Humas ASBA – Karel Salim)

PEMAIN ASBA CAO CUONG PHAM JUARA

THE 27TH IRAN FAJR INTERNATIONAL CHALLENGE 2018

PEMAIN SENIOR ASBA CAO CUONG PHAM JUARA IRAN INTERNATIONAL 2018

Pemain senior klub bulutangkis ASBA Cao Cuong Pham yang berasal dari Vietnam berhasil merebut posisi teratas dalam kejuaraan bulutankis internasional di Iran pada 8 Februari 2018. Pada partai final itu, Cao Cuong bertarung dalam empat set dengan sistem baru pertandingan bulutangkis BWF (Badminton World Federation), yaitu sistem permainan dalam lima set jika terjadi rubber sets.

Cao menyelesaikan pertarungan dalam empat sets setelah menahan rekan senegaranya Tien Minh Nguyen yang merupakan seeded pertama kejuaraan ini, masing-masing dengan angka 15-14, 13-11, 11-13, dan 11-7. Atas kemenangan ini, maka Cao Cuong yang hanya berlatih selama kurang dari satu bulan di camp latihan ASBA di Saratoga Pamulang menjadi yang terbaik di Vietnam saat ini. (Karel – Humas ASBA)

ALAMSYAH SEMI FINALIS PERTAMINA OPEN 2017 DI SURABAYA

Pemain dewasa putra ASBA, Alamsyah semi finalis di Pertamina Open 2017 di Surabaya

Pemain andalan klub bulutangkis ASBA, Alamsyah menjadi semi finalis pada kejuaraan Pertamina Open 2017 di Surabaya pada 16 Desember 2017. Pemain dewasa putra ini harus puas di posisi ketiga setelah gagal melangkah ke final.

Posisi ketiga yang diperolehnya sehingga hanya mendapatkan hadiah uang Rp 4,5 Juta. Namun Alamsyah tetap akan semangat menghadapi sejumlah kejuaraan bulutangkis pada tahun 2017.

MARCELLINO GUNALAN JUARA KE-2 KEJUARAAN BULUTANGKIS GUBERNUR BANTEN OPEN

Pemain tunggal pemula putra ASBA Marcel berhasil raih juara 2 Gubernur Banten Open

Pemain tunggal pemula putra ASBA Marcellino Gunalan berhasil meraih juara dua pada kejuaraan bulutangkis Gubernur Banten Open 2017. Pada final Gubernur Banten Open yang digelar di Gedung Olahraga Tarakinza Kota Tangerang Banten, Marcel harus mengakui keunggulan Damas yang berhasil meraih gelar juara dalam pertandingan bergengsi ini.

Marcel sempat melaju mulus dalam kejuaraan ini sejak babak awal hingga final dan baru mendapatkan lawan tangguh di final yaitu Damas. Damas merupakan salah satu pemain terbaik di Banten dan bahkan sudah pernah menjuarai Vietnam Open untuk kategori pemula putra.

Pada kejuaraan bulutangkis Gubernur Banten Open ini, tiga pemain bulutangkis ASBA berhasil lolos untuk mendapatkan medali. Pemain tunggal pemula putra Marcel merebut medali perak, Balqis Dzikrullah dan Adzra Salsabillah Machmud, kedua pemain remaja putri ASBA ini berhasil meraih medali perunggu.

Kejuaraan Gubernur Banten Open ini juga diramaikan oleh mantan pemain olimpiade Markis Kido yang bermain di kategori dewasa untuk nomor ganda. Pada partai final Kido mampu meraih gelar juara setelah bermain dalam rubber game. (Humas ASBA Karel)

TUNGGAL REMAJA PUTRI ASBA BALQIS DZIKRULLAH MULAI BANGKIT

Pemain bulutangkis tunggal remaja putri klub ASBA, Balqis Dzikrullah meraih gelar juara ketiga di Gubernur Banten Open 2017

Berkat kesabaran dan ketekunan yang tinggi untuk berlatih, akhirnya pemain bulutangkis tunggal putri kelompok remaja ASBA, Balqis Dzikrullah kembali mendapatkan kepercayaan dirinya. Pemain berusia 15 tahun ini menunjukkan ketangguhannya setelah berhasil lolos ke semi final kejuaraan bulutangkis Gubernur Banten Open 2017 yang berlangsung di Gedung Olahraga Tarakinza di Kota Tangerang Banten 10 hingga 16 Desember 2017.

Tekad pemain ini untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sedikit demi sedikit telah menuai hasil setelah hampir semua pemain bulutangkis putri yang pernah mengalahkannya kini satu demi satu tumbang di tangan Balqis. Termasuk pemain tunggal remaja putri, Mega yang pernah mengalahkan Balqis, kini Mega harus mengakui keunggulan Balqis di babak kedua Gubernur Banten Open sehingga rela tersingkir dari kejuaraan bulutangkis bergengsi ini.

Langkah Balqis terus melaju hingga akhirnya maju ke semi final kejuaraan ini namun di semi final ia dihadang sang juara dua nasional Abel. Kemenangan Abel itu melaju hingga berhasil keluar sebagai juara Gubernur Banten Open 2017 untuk kategori Remaja Putri dan mendapatkan hadiah medali, piagam, dan uang pembinaan Rp 2,5 juta. (Humas ASBA Karel)

ASBA MANTAPKAN TEAM WORK LEWAT ACARA ULTAH FERLY

acara ulang tahun pemain usia anak-anak Ferly (baju kotak-kotak) sebelah kiri, meningkatkan kekompakan tim ASBA

Pemain kelompok usia anak-anak (11-12 tahun) Ferly dari klub bulutangkis ASBA merayakan ulang tahunnya yang ke 11 di Restoran Jepang Shabu Hachi di bilangan Bintaro Jakarta Selatan pada Rabu (6/12/2017). Pada kesempatan itu, Head Coach klub ASBA Asep Suharno mengatakan tradisi menggelar acara ultah pemain ASBA ini sangat besar manfaatnya bagi pemain dan seluruh pengurus dan orang tua pemain.

Seluruh pemain dan pengurus serta orang tua klub ASBA sengaja diundang dalam acara itu, namun karena tugas maka Ketua Umum ASBA Ferry Budiman yang sedang berada di Singapura tidak dapat menghadiri acara ultah Ferly. Namun demikian, Ferry menyambut hangat acara itu sebagai bagian dari kebersamaan pemain dan pengurus serta orang tua atlet ASBA. “Saya sangat ingin hadir di acara ultah Ferly tapi saya sedang tugas di Singapura,” kata Ferry dalam pesannya di WA Grup ASBA.

Sementara itu, dalam acara yang berlangsung penuh keakraban itu, tampak semua sangat ceriah dan antusias merayakan ultah Ferly. Semoga semua pemain dapat menikmati kebersamaan ini sehingga semakin kompak meningkatkan prestasi ASBA sehingga cita-cita ASBA untuk dapat mencetak pemain dunia dapat tercapai. (Humas ASBA – Karel)

 

PEMAIN UNGGULAN KEEMPAT TUMBANG DI TANGAN MARCELLINO GUNALAN

Pemain tunggal putra andalan klub bulutangkis ASBA Marcellino Gunalan berhasil menumbangkan pemain seeded empat (unggulan keempat) pada pertarungan babak ketiga kejuaraan OUE Singapore Youth International Series 2017.  Marcel hanya bermain dua set untuk menumbangkan seeded empat Timotius Elbert, yaitu 22 -20 dan 21-13 di Singapore SportsHub OCBC Arena Kota Singapura pada Kamis (30/11/2017) tadi.

Keberhasilan Marcel dalam menghalau pemain unggulan yang juga asal Indonesia itu membuka peluangnya melaju ke babak delapan besar. Sebagaimana diketahui, Marcel hanya merupakan unggulan ke-13 pada kejuaraan internasional yunior tahunan di negeri Singa itu.

Pada pertandingan delapan besar nanti, Marcel akan meladeni pemain asal Malaysia Daryl Foo yang merupakan unggulan ketujuh dalam turnamen kali ini. Daryl melaju ke babak delapan besar setelah menundukkan pemain asal Jepang Shunto Saito dengan permainan dua set langsung 21-13 dan 21-18. (Humas ASBA – Karel)

MARCEL TAKLUKKAN PEMAIN TUAN RUMAH DUA SET LANGSUNG

Semangat tanding pemain tunggal putra klub bulutangkis ASBA Marcellino Gunalan terus meningkat dalam kejuaraan OUE Singapore Youth International Series 2017 di Kota Singapura. Setelah menumbangkan rekan senegaranya di babak pertama untuk kelompok umur U-15, maka pada pertandingan babak kedua, Rabu (29/11/2017), Marcel – panggilan akrab Marcellino kembali menunjukkan kepiawaiannya mengayun raket setelah menaklukkan pemain tuan rumah Basile Koh hanya dalam tempo 28 menit.

Pertarungan dalam dua set langsung di Singapore SportsHub OCBC Arena itu, Marcel menang dengan angka 21-16 dan 21-18. Kemenangan ini membuat Marcel semakin percaya diri untuk dapat memenangkan pertandingan berikut.

Sementara rekan satu timnya di ASBA, Roy Tadeus Jumintra harus mengakui keunggulan pemain seeded tiga dari Jepang Riki Takei dengan skor 21-18 21-10 untuk kemenangan Takei. Meski kandas di babak kedua, peluang Roy masih dinantikan pada pertandingan ganda bersama Marcel yang akan digelar pada hari ini.

MARCELLINO GUNALAN BERHASIL MENUMBANGKAN PEMAIN TUAN RUMAH SINGAPURA(Humas ASBA – Karel)

Empat Pemain ASBA Tampil di OUE SINGAPORE YOUTH INTERNATIONAL SERIES 2017

Sebanyak empat pemain klub ASBA (Asep Suharno Badminton Academy) tampil di kejuaraan OUE Singapore Youth International Series 2017 di Kota Singapura. Empat pemain bulutangkis ASBA ini, terdiri dari dua pemain putra dan dua pemain putri berdasarkan kelompok umur Under 17 (dibawah 17 tahun) dan Under 15 (dibawah 15 tahun).
Mereka adalah pemain putra U-15 Marcellino Gunalan dan Roy Tadeus Jumintra, sementara di sektor putri U-15 terdapat Syahrani Noer Chafiza dan untuk putri U-17 Adzra SalsabiIlah Mahmud. Pemain putra akan bertanding di dua nomor sekaligus, yaitu di tunggal putra dan ganda putra U-15. Menurut rencana, keempat pemain bulutangkis ASBA itu akan bertolak ke Singapura, Sabtu (25/11/2017)
Kedua pemain tunggal putra ASBA, Roy, panggilan akrab Roy Tadeus dan Marcel, panggilan akrab Marcellino adalah satu kelompok umur sehingga dapat dipasangkan untuk nomor ganda putra U-15.Meski sebenarnya, Roy masih berada di U-15 awal atau masih usia 13 tahun dan Marcel sudah U-15 akhir atau usia 14 tahun namun masih terhitung dalam satu kelompok umur.
Kemampuan kedua pemain ini tidak hanya piawai di sektor tunggal, namun juga memiliki kecepatan yang bagus untuk sektor ganda putra di kelasnya. Sejumlah kejuaraan bulutangkis berlevel daerah hingga level nasional sudah sering diikuti dengan bermain pada dua nomor pertandingan sekaligus, yaitu nomor tunggal dan nomor ganda.
Sebagai ilustrasi, kejuaraan bulutangkis junior international yang digelar di Singapura ini merupakan even tahunan yang dilaksanakan setiap tahun, sebagai salah satu kejuaraan bulutangkis yunior yang telah diakui BWF (Badminton World Federation). Pada penyelenggaraan kejuaraan junior international Singapura ini akan dilaksanakan dari 27 November 2017 hingga 3 Desember 2017.
Even internasional yang digelar oleh Singapore Badminton Association (SBA) itu mempertandingan nomor partai bulutangkis perorangan. Mulai dari nomor tunggal putra dan tunggal putri, ganda tunggal putra dan ganda putri, dan ganda campuran yang disesuaikan dengan kelompok umur.(Humas ASBA)